(Mereka) Perempuan Inspirasi, (Bukan) Kartini


.

21 April....

Kalaupun hari ini bernuansa kebaya simbol Ke-karti-nian diberbagai pemberitaan media, (Mungkin) Saya sendiri sebagai perempuan (Indonesia), tidak begitu paham dengan pesan Kartini. Entah aku yang kurang peka ataukah memang sejarah Kartini tidak begitu tertanam baik di hidupku meskipun telah berulang kali mencoba memahami pelajaran sejarah dan bacaan tentang Kartini. Pernah saya kepingin seperti yang lainnya menulis essay tentang Kartini persis di hari Kartini, namun selalu gagal dan tak ada ide yang keluar dari hati untuk itu. Sudahlah,
Hari ini saya hanya ingin menuliskan kekaguman saya terhadap perempuan penginspirasi hidupku.
1.

Ummi, begitu aku memanggilnya. Aku bangga dan bersyukur lahir dari rahim seorang penyabar dan pengabdi pada suaminya. Sebagai seorang pengajar madrasah, mendampingi suami, melahirkan, mendidik dan membesarkan 9 orang anak bukan hal yang mudah. Sudah 38 tahun, paginya yang masih subuh disibukkan dengan mempersiapkan sarapan buat suami dan anak-anaknya didapur. Begitupun siang dan malamnya selalu ada saja olahan tangannya untuk makanan sehari-hari keluarga, sedang hampir selepas magrib selalu ada lantunan ayat suci dari mulutnya dan sepertiga malam yang dipenuhi doa-doa khusus buat masa depan anak-anaknya. Darinya, aku belajar tentang tajwid Al Qur’an dan keutamaan-keutamaan membaca ayat suci Allah. Darinya aku belajar nilai-nilai bugis yang dipadupadankan dengan agama. Aku pun selalu kagum pada kemampuannya membaca 'kitab gundul’, istilah buat abjad Arab yang tanpa tanda baca dan ketepatannya menyambungkan potongan-potongan ayat yang biasa yang terdengar dari radio mesjid atau pertanyaan-pertanyaan anaknya. Konon katanya dulunya, Ummi sempat menjadi penghapal Al Qur’an, tapi karena kesibukan ngurus keluarga, dia sangat jarang mengulangi hafalannya. Dia yang menegurku jika salah dan mengajarkan bagaimana sosok perempuan bugis+muslimah seharusnya berakhlak dan masih banyak lagi tentang dia yang menjadi inspirasi bagiku.

2. Fatimah Azzahra, Putri kesayangan Rasulullah, saw. jujur saya miskin literatur yang membahas tentang sosoknya. Namuun hatiku selalu yakin kalau perempuan ini pasti hebat, dia lahir dari sosok istri yang sangat disayangi Rasulullah, saw. Ibu dari cucu-cucu yang di sayangi Rasulullah, saw. istri seorag khalifah yang terkenal dengan kecerdasannya. Ali bi Abi Thalib. suatu ketika, nenekku pernahberujar pada saya: " narekkko elo'ko malolo pulana sappai paddisengenna Fatimah, nasaba Fatimah Mattappa keteng seppulo ompo'na" yang artinya kalau mau awet muda, cari ilmunya Fatimah, sebab Fatimah berparas seperti bulan purnama.


3. Kekagumanku berawal dari parasnya yang cantik dan memulai mengenakan jilbab,membuatku rajin membaca tulisan-tulisannya yang sangat bangga dan sayang pada keluarga kecilnya. Semangatnya yang selalu menyala ketika membahas tentang keluarga, pendidikan dan Islam. Masih ingat, dulu terlintas dalam hati pengen banget ketemu langsung dengan sosok ibu yang cantik ini, dan kemarin Saya sempat mendampingi beliau sebagai tamu di acara wisuda LP3I Makassar. 2 hari kebersamaan dengan beliau terlihat sosoknya yang ramah, rendah hati dan sangat menghormati suami,saya paling kagum pas beliau memesan ke panitia acara untuk gelarnya yang tidak dicantumkan, alasannya pertama, sekolah itu bukan cari gelar melainkan cari Ilmu. Kedua, dia tidak ingin mancing pertanyaan media infotaintment yang katanya terkadang 'mancing'kenapa gelarnya lebih banyak dibanding suaminya. sebagai fans senang tak terkira saat aku diberi akses ke nomor ponsel pribadinya. oh iyya, saya juga sekamar dengan mangernya, namanya mba inne :)

4. Ninit Yunita, penulis novel yang juga istri penulis Novel Jomblo. Dari hari kehari saya semakin mengaggumi kesederhanaan dan cara dia mensyukuri hari-harinya lewat tulisan-tulisan di blog pribadinya www.istribawel.com , buat para perempuan silahkan baca tulisan-tulisannya, dan coba kenali apa yang kalian rasakan. seperti itulah kekaguman saya pada sosok ibu muda ini. dan saya ingin suatu nanti ketemu dengan dia, ngobrol akrab dan berfoto-foto. sambil ngucapin terima kasih karena telah menginspirasi.

5.
Tidak pernah melihatnya, dan berharap suatu saat bertemu dengannya ataupun keturunannya. sosok yang menginspirasi Ummi' ku menyematkan "Harfiah" sebagai namaku. : "Dulu , menghadiri pertemuan guru-guru madrasah se-kabupaten, di ruang rapat saya sangat kagum pada sosok perempuan salah satu peserta rapat, dia begitu cantik dan cerdas pula. Tutur bahasa, dan wawasannya sangat luas pikirku saat itu. sambil mengelus-ngelus perut, kelak anakku kuberi nama 'Harfiah' semoga dia juga tumbuh cantik dan cerdas. Waktu itu kamu masih 7 bulan diperutku" ujar Ummi ke saya saat menanyakan kenapa saya di beri nama itu. Semoga pribadiku menjawab doa itu dan melengkapinya sebagai seorang muslimah disayang Allah,
untuk yang ini ijinkan saya berucap malu ;) hehehe...

Salam hormat saya kepada seluruh perempuan-perempuan yang tulus mendedikasikan diri kepada buat suami, anak-anak, keluarga dan masyarakat. yang senantiasa menebarkan kasih sayang buat orang-orang disekitarnya.......