Letaknya di pedesaan kawasan timur Bulukumba, berada sekitar 40km dari pusat kota. Semoga aku tidak salah. sebab meskipun lahir dan tumbuh di Bulukumba, tapi wawasan ku tentang kampung tercinta ini masih sangat nol koma. :'(
Mengunjunginya dalam rangka tour sejarah atas Mata Pelajaran IPS Sejarah kelas 3 IPA Khusus SMU Bulukumba, 2003.
Goa Passe, begitulah julukan penduduk sekitar yang menetap tidak jauh dari Goa ini. berkunjung kesana bukan sesuatu yang mudah sebab konon katanya kalau tidak hati-hati, orang yang berkunjung terkadang tidak akan pulang lagi. Hemm, entahlah, namun melihat ekspresi dan respon para penduduk sekitar yang kami tanyai tentang Goa ini, nampak tersirat ketakutan dan kekhawatiran mereka. Mereka tidak henti-hentinya mengingatkan kepada kami untuk sebaiknya tidak berkunjung kesana. Akan tetapi karena tujuan kami hanya wisata sejarah, maka niat ke Goa itu tetap saja membara. Akhirnya, para penduduk menganjurkan untuk menemui seseorang yang mereka tetuakan yang akan mengantar kami ke Gua tersebut. Dan, perjalanan kesanapun di mulai.
Setelah lebih 1 km berjalan kaki meninggalkan kawasan rumah-rumah penduduk (sebab tidak ada jalur kendaraan) akhirnya kami pun sampai menurut Bapak Tua yang mengantar kami. Akan tetapi tidak ada tanda-tanda gua yang kami lihat, yang ada hamparan ilalang dan pohon-pohon agak kering dengan jenis yang tidak saya kenali. Bapak tersebut menunjuk ke satu bongkahan batu yang tidak begitu besar yang berjarak 100 m di hadapan kami, sembari berucap itu gua passe. Sontak kami kaget, sebab di pikiran kami, akan memasuki suatu batu besar yang tinggi yang dalamnya terdapat lorong-lorong yang kami kenal sebagai goa layaknya yang kami baca di buku sejarah atau lihat di tivi-tivi.
Batu yang tidak begitu besar tadi agak menutupi sebagian jalan masuk gua passe yang sebenarnya berada dibawah tanah yang kami lalui . Ada tangga-tangga kecil yang agak terjall menuju dasar goa tersebut. berada dalam gua tersebut membuat kami merinding... bagaimana tidak????? hamparan rangka dan tengkorak manusia berada disana, gerabah dan semacamnya yang konon mereka buat sebagai alat-alat kehidupan sehari-harinya masih tersisa,semuanya dari batu. Menurut Bapak Tua yang mengantar kami, konon dulu di jaman perang, tempat ini dijadikan sebagai tempat mengunsi dari para penjajah. Mereka sembunyi di bawah tanah dan hidup bermasyarakat didalamnya tanpa ada keberanian untuk keluar. Kehidupan mereka sangat tersiksa dan sengsara, mereka dirundung kelaparan sampai mereka meninggal. Sehingga tempat ini dijuluki Goa Passe. Passe sendiri adalah bahasa bugis yang artinya pedis, tersiksa atau sengsara. Masih banyak benda-benda sejarah yang kami temui dsana yang akan sangat panjang jika saya uraikan di note ini.Oh iyya, pas di tengah dinding gua itu, ada semacam pintu masuk ke suatu ruangan, kata Guide (Bapak Tua) kami, itu bukan ruangan melainkan bagian dari gua itu yang sangat panjang dan entah berujung dimana??? konon pernah seorang pelancong yang mencoba masuk dan tidak pernah keluar lagi. ~_~
Setelah puas,menanyakan dan melihat benda-benda didalam Goa tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang. tidak ketinggalan informasi-informasi itu kami rekam dalam pikiran dan catatan-catatan kecil kami. keluar dari pintu Goa dengan menaiki kembali tangga masuk tadi, dan berjalan menuju tempat kendaraan yang kami parkir.
Sebelum sampai di kendaraan kami, sekitar dua pertiga jarak perjalanan kami, tiba-tiba salah seoang teman kami berlari kembali menuju arah Goa tadi, dia ingin menetap disana, tinggal bersama orang-orang yang tersakiti disana...... Whattsss????
Ternyata teman kami itu sedari tadi kemasukan arwah salah satu penghuni goa yang senang dengan dia. @_@
Sepertinya Goa Passe banyak menyimpan jejak sejarah yang belum begitu tersentuh para sejarawan.....

Post a Comment