It's About The Taste


.

Dimulai pekan terakhir di bulan mei sampai agustus nanti saya disibukkan dengan kelas akuntansi tanpa weekend alias tidak ada kata rehat ngampus (ngajar), sebab ada kelas Volunteer sampe Minggu dari ILO bagi peserta yang terfasilitasi untuk pekerjaan yang lebih baik. Tapi kali ini saya tidak membahas tentang kelas tersebut, but sesuatu terlintas di kepala sehabis ngajar kelas Volunteer hari ini.
Minggu 22 Mei 11, 16.58 selepas ngajar 2 x 100 menit dan sholat, sedikit merengek ke my partner untuk segera pulang dan tidak lupa untuk singgah dulu mengisi kampung tengah.
Me : Kak, laparka kesian. makan yuk... :)
Dia : Ditempat biasa kah???
Me : bukan, di sana ajha (sembari menunjuk arah) katanya si A, rasanya tidak kalah dengan tempatnya kita. sekalian nyoba
Dia : Ok!!!

Kami berdua meluncur ketempat (baru bagi kami) tersebut.
Sesampainya langsung memesan 2 porsi, harga kurang lebih sama dari tempat biasa kami.

Dia : "(sambil makan) katanya tidak kalah enak, jauh say..."
Me : "Iyyach nich, tapi dari referensator (yang ngereferensikan tempatnya) katanya begitu...
itung-itung kita dah nyoba... (sedikit membela)... ;)"

Ini kali kedua saya dengan semangatnya memilih tempat makan yang hanya karena referensi sesorang yang katanya sangat tidak tertandingi rasanya, dan hasilnya?? jauh dari tempat favorite kami... parahnya lagi ini bukan satu dua kali melainkan berkali-kali :'(

Its' about the taste... ini tentang selera. bisa saja menurut kami rasa suatu menu, biasa dan menurut orang tersebut, luar bisa. atau lidah mereka tidak cocok dan lidah kami sangat pas.
mulailah kami mencari jawab kok bisanya sesorang begitu memfavoritkan sesuatu yang menurut kami biasa-biasa, apa ada yang salah dengan selera kami??? daannn,hasilnya beberapa referensator memfavoritkan sesuatu dengan sangat hanya karena mereka kurang bahkan tidak ada pembanding dari tempat lain. Setidaknya ini kesimpulan kita, setelah mem-flash back beberapa perbincangan dengan referensators.kesimpulan berikutnya, kami sepakat untuk tidak langsung terpengaruh untuk nyoba sesuatu hal yang karena sang referensator yang terlihat menggebu-gebu.... hehehe....

It's about the taste, seperti makanan, memilih mengajar adalah selera. Entah kenapa dari beberapa pekerjaan yang kulakoni, mengajar membuatku sangat hidup. Setidaknya lelahnya terasa hanya sebatas fisik dan tanpa harus melibatkan batin.

It's about the taste, selera belanja untuk cenderung ke harga, ke merek, atau (satu lagi) kenyamanan belanja. dan selera saya memilih kecendrungan ketiga, kenyamanan berbelanja, dari segi tempat yang tidak membuat kulit terbakar (syarat pertama) dan service yang excelent.

It's about the taste memilih diam dirumah menjadi anak manis atau keliling melihat dunia tanpa harus kehilangan ke'manisan' paras.... hehehe

Dan, It's about the taste, memilih karaktermu yang menurut mereka unik (baca:aneh) menjadi pelengkapku

It's about the taste, Again!!!...sekiranya itu akan menguatkan kita selamanya.....

Heppy life All, :)